posted on
Hari Film Nasional

Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret. Berdasarkan sejarah, tanggal 30 Maret 1950 merupakan hari pertama shooting film “Darah & Doa” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai oleh Usmar Ismail. 12 tahun setelah itu, Dewan Film Nasional dengan organisasi perfilman menetapkan hari pertama produksi film tersebut sebagai Hari Film Nasional. “Darah & Doa” disebut sebagai film lokal pertama yang disutradarai oleh orang Indonesia asli, Usmar Ismail.

Sebenarnya perfilman di Indonesia bukan dimulai dengan “Darah & Doa”. Tanggal 5 Desember 1900 telah berdiri bioskop pertama di Indonesia. Film pertama yang rilis di Indonesia adalah “Loetoeng Kasaroeng” pada tahun 1926. Namun, film ini disutradarai oleh 2 orang Belanda, G. Kruger dan L. Heuveldorp.

Puncak Kejayaan film Indonesia muncul tahun 1980 dengan hadirnya film-film terbaik seperti “Naga Bonar”, “Tjoet Nja’ Dien”, “Catatan Si Boy” dan lainnya.

Di era tahun 1990-1998 film Indonesia sempat mengalami krisis karena perkembangan televisi swasta serta munculnya teknologi VCD dan DVD sebagai saingan.

Film Indonesia bangkit kembali di tahun 1998 hingga sekarang. Kualitas film nasional meningkat dengan jumlah produksi yang tidak lagi sedikit. Kemunculan “Petualangan Sherina” dan “Ada Apa dengan Cinta?” menjadi awal kesuksesan film Indonesia.

Lihat Berita Lainnya