posted on
Tentang Budaya Makepung

Yuk, kembali perluas ilmu pengetahuan dan apresiasi budaya Indonesia bersama Fruit Tea Sosro. Kali ini, kita bakalan mampir ke pulau Dewata buat ngecek salah satu budaya mereka yang bernama Makepung. Ini dia fakta-fakta menariknya!

  1. Makepung adalah tradisi lomba pacu kerbau yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali. Secara etimologis, Makepung sendiri memiliki arti “kejar-kejaran”.
  2. Makepung terinspirasi dari salah satu proses pengolahan sawah, yaitu tahap pelumatan tanah menjadi lumpur dengan menggunakan Bajak Lampit Slau.
  3. Awalnya, Makepung hanyalah permainan bagi para petani Jembrana di sela-sela kegiatan mereka membajak sebelum menjadi kompetisi yang besar seperti sekarang.
  4. Berkembang sekitaran tahun 1930, Makepung dimainkan oleh “sais” atau penunggang yang berpakaian ala prajurit kerajaan di Bali dengan destar, selendang, selempot, celana panjang tanpa alas kaki, dan sebilah pedang bersarung poleng.
  5. Dalam Makepung, dua ekor kerbau yang berhiaskan kalung genta gerondongan (gongseng besar) akan berlomba menarik Bajak Lampit Slau selama tradisi ini berlangsung. Kalung gerondongan ini akan menimbulkan bunyi seperti alunan musik.
  6. Pemenang Makepung ditentukan bukan dari siapa yang pertama kali mencapai garis finish, melainkan dari jarak yang berhasil dibuat antar peserta. Pemenang ditentukan jika yang terdepan berhasil menjaga jarak selama 10 meter, dan apabila yang di belakangnya dapat memperpendek jarak menjadi kurang dari 10 meter, maka dia yang menang.

Nggak nyangka, kan di Bali ada juga yang kayak gini? Makanya, terus simak website dan medsos Fruit Tea Sosro, ya!

Lihat Berita Lainnya